Hai kamu yang ada disana..
Entah atas dasar apa Allah menyisipkan kehadiran kamu saat ini..
Entah atas dasar apa Allah menghadirkan kamu di periode sedihku..
Entah rencana apa yang telah Allah rangkai sedemikian rupa dibalik semua ini..
Wahai kamu yang ada disana..
Terima kasih..
Terima kasih telah membawa tawa dihari hari kelabu..
Terima kasih telah membuatku berani perlahan membuka diri lagi setelah dia pergi..
Terima kasih tetap bertahan dengan percakapan percakapan kita yang tak memiliki ujung
Dan tak tahu apa judulnya..
Terima kasih telah membuatku kembali datang ke Tuhanku dengan rasa syukur yang teramat sangat
Karena Dia telah menyisipkan kamu..
Wahai kamu yang ada disana..
Sungguh tak ada harapan lebih dari ini..
Hadirmu saat ini saja sudah lebih dari cukup buatku..
Sungguh aku tak meminta lebih ke Allah soal ini kedepannya nanti..
Bagiku, Dia telah sangat baik menghadirkanmu saat ini..
Terlepas dari apapun maksud dan tujuan Tuhan atas semua ini,
Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih,
Teruntuk kamu..
Yaa..
Kamu yang disana :)
Senin, 30 Juli 2012
Kamis, 05 Juli 2012
satu usapan hangat dikepalaku
Waktu mendekati malam
Kamu menggumam sesuatu yang tidak aku dengar sepenuhnya
Kamu adalah seorang teman terbaik yang aku punya..
Butuh proses panjang untuk menyadari itu..
Aku tersenyum, dan tetap berjalan dibelakangmu
Kamu terus berjalan sambil sesekali menengok kebelakang..
" Jalannya buruan, ngerepotin aja." Keluhmu
Lagi lagi aku hanya tersenyum
Kamu mengantarkan aku kesebuah tempat makan..
" Gue pulang ya." Katamu berhenti berjalan dan menengok aku..
Aku mengangguk dan terus berjalan masuk kedalam tempat makan yang aku tuju
Kamu tetap berjalan di belakangku..
" Kenapa ga pulang? Katanya mau pulang?" Tanyaku seraya duduk melepas lelah
Kamu terdiam cukup lama
Aku menunduk memperhatikan sepatuku
" Gue pulang ya." Katamu seraya mengusap kepalaku sesaat dan pergi menghilang
Mataku berkaca kaca.. Aku menahan tangis..
Ntah untuk apa aku merasa begitu sedih..
Aku menegakkan kepalaku, sosok kamu sudah hilang diujung jalan..
Dan aku tetap menahan tangis
Kamu menggumam sesuatu yang tidak aku dengar sepenuhnya
Kamu adalah seorang teman terbaik yang aku punya..
Butuh proses panjang untuk menyadari itu..
Aku tersenyum, dan tetap berjalan dibelakangmu
Kamu terus berjalan sambil sesekali menengok kebelakang..
" Jalannya buruan, ngerepotin aja." Keluhmu
Lagi lagi aku hanya tersenyum
Kamu mengantarkan aku kesebuah tempat makan..
" Gue pulang ya." Katamu berhenti berjalan dan menengok aku..
Aku mengangguk dan terus berjalan masuk kedalam tempat makan yang aku tuju
Kamu tetap berjalan di belakangku..
" Kenapa ga pulang? Katanya mau pulang?" Tanyaku seraya duduk melepas lelah
Kamu terdiam cukup lama
Aku menunduk memperhatikan sepatuku
" Gue pulang ya." Katamu seraya mengusap kepalaku sesaat dan pergi menghilang
Mataku berkaca kaca.. Aku menahan tangis..
Ntah untuk apa aku merasa begitu sedih..
Aku menegakkan kepalaku, sosok kamu sudah hilang diujung jalan..
Dan aku tetap menahan tangis
Langganan:
Komentar (Atom)

