Demi Allah saya bersumpah, bahwa :
1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan
perikemanusiaan.
2. Saya akan menjalankan tugas dengan cara yang terhormat dan
bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai
dokter.
3. Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan
tradisi luhur profesi kedokteran.
4. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui
karena keprofesian saya.
5. Saya tidak akan menggunakan pengetahuan saya untuk sesuatu
yang bertentangan dengan perikemanusiaan, sekalipun
diancam.
6. Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai saat
pembuahan.
7. Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan pasien,
dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.
8. Saya akan berikhtiar dengan sungguhsungguh supaya saya
tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan,
kesukuan, gender, politik, kedudukan sosial dan jenis
penyakit dalam menunaikan kewajiban terhadap pasien.
9. Saya akan memberi kepada guruguru saya penghormatan dan
pernyataan terima kasih yang selayaknya.
10. Saya akan perlakukan teman sejawat saya seperti saudara
kandung.
11. Saya akan mentaati dan mengamalkan Kode Etik
Kedokteran Indonesia.
12. Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguhsungguh dan dengan
mempertaruhkan kehormatan diri saya.
6 tahun lalu, di semester awal, dimana semua yang akan saya pertanggungjawabkan di hadpaan Pencipta nantinya, dimulai. Pertama kali membaca lafaz ini disebuah buku hijau yang berjudul "etika Kedokteran", hati saya berdebar, takut, bulu kuduk saya berdiri merinding.
seberat itu amanah yang akan saya emban nantinya. mampukah saya?
pernah suatu hari, almarhum paps bilang, ketika saya gagal disebuah ujian dan harus mengulang, "yang kamu pelajari sekarang, berhubungan dengan mahluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Takdir Allah mengenai hidup-mati seseorang dititipkanNya di kedua tangan kamu. Makanya, Allah ingin kamu belajar dengan serius."
Mungkin, Profesi ini bukanlah profesi yang menguntungkan. terutama saat ini, di negara ini. dimana seluruh mata tersorot pada setiap langkah dan gerak yang akan kami lakukan.
yang terbaik bagi pasien, bisa jadi salah diseluruh mata yang melihat.
tapi, akan menjadi suatu kehormatan bagi siapa pun yang nantinya atau telah mengucapkan sumpah ini, dan dengan tulus ikhlas mengabdi untuk semua orang yang tidak pernah dia ketahui asal usulnya, tak peduli suku dan rasnya, yang mengorbankan waktu bersama keluarga atau waktu untuk beristirahat hanya untuk menjalankan tugas sebagai perpanjangan tangan Tuhan.
namun, profesi setidaknya telah meletakkan satu kakimu di syurga dan satu kaki lagi berada di neraka.
ketika suatu hari nanti kamu lelah dan tergoda....
kembali lah ke hari dimana kamu mengucapkan lafaz ini didepan semua saksi termasuk orangtuamu.
ketika suatu hari kamu berniat memperlakukan pasienmu dengan tidak hormat...
ingatlah, bagaimana jika orangtuamu atau orang yang kamu sayangi diperlakukan secara tidak hormat oleh seorang dokter.
jadilah dokter yang baik.
bagi keluarga
bagi agama
bagi bangsa
bagi negara
dengan seluruh kehormatan yang kau punya wahai aku ;)
selamat, dok. negara menunggu pengabdian mu :)

