menghujam, tepat didada kiri
mata hangat, tubuh kaku, semua terlihat abu-abu
senyummu, tawamu, parasmu
mengapa tak pernah lagi hadir di mimpiku?
apakah aku terlalu sibuk dengan diri sendiri sehingga enggan untuk mampir dalam dunia maya?
terkadang rasa ini begitu sejuk
menuntunku ke sajadah dan melantunkan surat yang aku peruntukkan untukmu
apakah, malaikat menyampaikannya?
apakah, kau mendengarkan dengan seksama?
aku harap kau suka dengan isi surat itu..
masih ada isak dalam setiap waktu saat mengingatmu
apakah, aku belum cukup ikhlas?
mengapa kodrat manusia begitu mudah merasa iri?
melihat mereka, aku membatin..
' aku pun sempat punya, sempat merasa. '
tapi.. tidak lagi.
hadirlah, paling tidak dalam mimpi..
karena rindu ini mulai tak menyenangkan..
karena dunia mulai terasa sulit dan semakin sulit
karena... aku sangat merindukanmu..
sampai rasanya begitu ingin terisak dalam setiap lantunan doa
Rabu, 17 September 2014
Langganan:
Komentar (Atom)

