Minggu, 12 Desember 2010

Tuntutan

menyedihkan bukan.. ketika kau mengharapkan kehidupan orang lain menjadi milikmu..
kebahagiaan orang lain adalah milikmu..

sebenarnya perasaan ini bagaikan setan yang kulaknat karena membuat semuanya terlihat indah..
menyedihkan..
perasaan ini membuat otakku berfikir bahwa tak ada satupun kesedihan didalam kehidupan orang lain..
kesedihan yang tercipta dalam setiap warna kehidupanku, seperti membentuk pita hitam-putih yang terus berpilin tak ada ujungnya..
hatiku menuntut keadilan Tuhan yang sebenarnya selama ini selalu hadir dalam setiap kontraksi paru-paru yang diciptakannya begitu sempurna..
dalam setiap detak jantung yang berirama..
dalam setiap tangis dan tawaku..

lalu..
ketika perasaan itu datang menggoda..
bagai buah kuldi yang indah dan mematikan...
aku mulai berfikir, Tuhan tidak adil..

aku takut..
aku tersudut dengan perasaanku yang berseringai menyeramkan, menakutkan..
memaksa membuka tempurung kepalaku yang terasa sakit dan ingin menguasai isinya..
aku ingin mengingat slide-slide kehidupanku..
adegan dimana Tuhan terasa nyata, dan begitu adil..

aku ingin berteriak menangis meminta Tuhan menolongku keluar dari kebinggungan yang mematikan ini..
dadaku sesak..
aku betul-betul menginginkannya..
slide kehidupan orang lain.. slide kebahagiaan orang lain..
aku mulai menuntut Tuhan  mengulang semua, siapa tahu Tuhan telah keliru..

aku mulai gila..
kepalaku terasa semakin sakit.. menyedihkan..
kupaksakan diriku kembali berfikir realistis..
kembali masuk keduniaku sendiri..
dunia ajaibku.. dunia dimana kesedihanku berpilin menjadi satu dengan satu per satu keajaiban yang Tuhan persembahkan untuk hidupku..
bukankah Tuhan itu adil?
bukankah Dialah al-Hakim teradil yang ku miliki diatas dunia yang penuh dengan rasa menggoda ini?
kepalaku terasa semakin sakit..
hatiku perlahan pulih..
kuputuskan menjalankan apa yang menjadi milikku seutuhnya..
yaitu takdirku..
takdir yang dengan seksama telah Tuhan rancang untuk kehidupanku..

dan aku tahu, Allah ada bersamaku..
bersama hatiku..

0 komentar:

Posting Komentar