Siang itu aku terkulai lemas, fikiranku berjalan tanpaku pandu..
Tak lama pesan itu masuk kedalam benda mati yang dari tadi tergeletak disampingku..
Itu dari kamu..
Kamu : halo bebeb, kamu lagi apa? Nanti malem kita ngobrol via telpon yuk..
Aku : haloo, aku lagi menyatu dengan kasur, oke..
Jam pun terusa berlalu, setelah kutunaikan kewajibanku ke Tuhanku, aku pun mengetik pesan singkat untukmu..
Aku : mau sekarang kita ngobrolnya?
Kamu: boleh, ntar malem aku mau belajar buat ujian terakhirku besok..
Aku pun menekan sederetan nomor.. Nada sambung sempat menyambutku, tak lama suara kamu yang disembrang sana menyapa
Kamu : halo
Aku : hai
Kamu : kamu lagi apa?
Tanyamu seperti biasa..
Aku : sedang tidak apa apa.. Kamu?
Kamu : sedang istirahat, aku lelah.. Mari kita mulai berbicara serius..
Tentang kita..
Aku : ....
Kamu : kamu berubah, kamu yang dulu berbeda dengan kamu yang sekarang..
Aku : ....
Kamu : kamu yang dulu, yang membuat aku jatuh hati padamu..
Aku : boleh aku bertanya?
Kamu : yaa, silahkan..
Aku : kamu mencintai aku karena sifatku yang itu?
Kamu : tidaak, bukan hanya itu saja..
Aku : tapi, itu alasan dominan?
Kamu : ya, begitulah..
Aku : ....
Kamu : aku ragu.. Aku ragu bisa kembali seperti dulu, semenjak pertengkaran hebat kita beberapa hari yang lalu..
Aku ragu..
.....
Pembicaraan itu berlanjut dalam sebuah chat..
Aku : aku mengikhlaskanmu lahir batin.. Pergilah jika ingin..
Kamu : maaf, aku benar benar ragu untuk menjalankan ini.. Aku tak ingin hidup dalam kebohongan.. Kamu membenciku?
......
Aku menangis dalam diamku.. Melepaskanmu pergi..
Kamis, 05 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar