Jumat, 20 September 2013

Dimulai dari sebuah percakapan


perasaan yang rumit ini malah mungkin dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana.
dari untaian untaian kata, yang bersulam menjadi sebuah kalimat yang kaya akan makna.
awalnya, ini hanyalah sebuah rutinitas.
layaknya kita hanya mahluk sosial yang tidak dapat diam terlalu lama.

aku mengenalmu cukup lama.
tak pernah terbesit akan adanya perasaan yang sedemikian rumit ini.
hanya berawal dari satu kata 'Hai'.
terus bergulir mencetak sebuah cerita yang belum menemuin kata 'sampai nanti.' layaknya kodon stop dalam suatu replikasi DNA.

bisakah kita akhiri saja perasaan rumit yang aku rasakan saat ini, sesederhana kita memulainya?
sesederhana mengucapkan 'selamat tinggal' dalam setiap akhir pertemuan lalu berjalan seperti awalnya sebelum semua ini ada.
sesederhana daun yang jatuh, karena memang waktunya untuk jatuh.

namun, senyummu dalam setiap percakapan memang bukan hal yang sederhana untuk diabaikan.
detak jantung yang berdegup tak terkendali saat bersamamu memang tidak sederhana untuk tidak diperdulikan.
bahkan untuk menghentikan rasa yang mulai tercipta sekarang tidak sesederhana seperti awalnya kita mengucapkan 'Hai'.

tertanda,
Aku.

0 komentar:

Posting Komentar