Kamis, 04 Oktober 2012

Biarkan perahu ini berlayar dan bermuara ketempat seharusnya dia bermuara



mungkin kita bisa menyebut ini pasrah.
atau anggap saja aku menyerah.

tak ada yang bisa membohongi sesuatu yang kita sebut hati.
tak ada yang bisa melawan sesuatu yang kita beri nama takdir.
dan tak ada yang bisa memahami semua ini.

kamu dan aku hanyalah seorang tokoh yang berusaha memerankan perannya masing-masing.
mengikuti alur cinta ini sampai pada ujungnya.

dan inilah sebagai akhir dari sebuah kisah.

menciptakan sebuah jarak yang terasa begitu jauh dan menyakitkan.
membangun sekat yang tak terlihat. menghilangkan semua yang ada.
inilah kerja sesuatu yang kita pahami sebagai takdir.

mungkin ini nantinya akan aku beri nama menyerah.
atau mungkin akan aku panggil pasrah.

biarkan perahu yang telah kehilangan kemudi ini menentukan arahnya.
menentukan kemana dia akan bermuara.
menentukan dimana dia akan berhenti.

jadi, biarkan perahu yang telah kehilangan kemudi ini bermuara ketempat dimana seharusnya dia bermuara.
ya.. biarkan perahu ini berlayar mengikuti arah aliran takdir akan membawanya.

aku titipkan kemudi perahu ini kepada takdir, karena ternyata aku mulai lelah untuk mengemudikannya sendiri dan melawan badai yang ada.

tertanda,
Aku.


0 komentar:

Posting Komentar