Senin, 01 Oktober 2012

mari kembali beberapa langkah untuk langkah yang lebih jauh

malam ini..
percakapan singkat. entah sudah yang keberapa kali ini terjadi diantara kita setelah hari itu.
setelah percakapan percakapan panjang kita yang seperti tiada akhir.

kamu benar.
" kamu emang udah coba. dari intensitas memang udah berkurang. tapi, dari kualitas ga ada yang berubah. tetap nol."

kamu benar.
" kalo misalnya hati itu punya mata. ya berusahalah melihat. kalo misalnya hati itu punya telinga. berusahalah mendengar."

kamu benar lagi.
" kita sedang berbicara tentang masa ini. tidak berbicara masa nanti."

tapi...
seandainya kamu yang ada di posisi ini.
dengan segala upaya sudah kamu coba. mulai dari yang cukup menyakiti sampai yang benar-benar menyakiti.
dan kamu akhirnya menemukan jalan buntu. entah harus mencoba cara apa lagi. apakah kamu akan tetap berpendapat seperti itu?

iya kamu benar. kamu benar sekali. terima kasih.
mungkin tamparan lembut ini yang nantinya menjadi cambuk untuk aku terus berlari.
berlari. berlari dan berlari lagi meninggalkan semua yang sudah terlanjur kelam dan hitam.

terima kasih buat kamu yang disana.
yang telah memberi tamparan halus tapi membawa efek besar untuk nantinya :)

aku hanya bisa berbisik lembut agar relung hatiku yang masih kekeuh menyimpanmu turut mendengar instruksiku sebaik-baiknya.
" mari kita mundur selangkah. kita mulai dari awal semuanya hari ini, malam ini, jam ini, menit ini, detik ini. untuk beribu langkah nantinya."

tertanda,
AKU-

0 komentar:

Posting Komentar