Jumat, 14 Desember 2012

Untaian doa untuk kamu

Aku pun mulai lupa kapan ritual ini terakhir aku lakukan
Aku sedang tidak mengenakan mukenah seperti biasa ketika aku laksanakan ritual ini.
Aku sedang tidak duduk bersimpuh di hadapan Tuhanku.

Aku hanya duduk di anak tangga ini dan memandang lurus kedepan.
Memperhatikan angin yang menggerakan daun daun di hadapanku.
Menikmati bising disekitarku.
Sudah lama rasanya tidak bersahabat dengan kebisingan yang ada.

Aku selalu menjauhi bising semenjak hari itu.
Tapi hari ini.. Bising bising ini bagai untaian not not balok yang merangkai nyayian merdu.
Enak untuk didengar dan pantas untuk di nikmati.

Telingaku menikmati bising yang ada, mataku terlena oleh buaian angin
Tapi kegiatan asing lain yang dilakukan hatiku.
Berdetak tapi tidak seperti yang selalu dia lakukan selama 9 bulan ini.
Begitu kencang, begitu riuh, begitu sesak tapi begitu menyenangkan.
Di sela sela keriuhannya hatiku melakukan ritual lain yang sudah lama tidak pernah aku lakukan lagi
Berdoa...

Tidak, aku tidak berdoa untuk diriku sendiri siang ini.
Tidak juga meminta Tuhan meminjamkan kekuatan seperti biasanya yang aku lakukan slama 5 waktu dalam sehari.

Aku mendoakanmu.
Mendoakan kamu yang ada disana. Mendoakan mu yang sedang bersimbuh keringat disana.
Ya hatiku mendoakan mu.

Jari jemariku terkait satu dan yang lain
Hatiku tetap melantunkan untaian doanya.
Kamu tetap menyita semua bagian doa.

Yaa lantuan doa ini untuk kamu :)
Sukseees !!

Tertanda,
Aku

0 komentar:

Posting Komentar