Terbentang sebuah dinding.
Tak terlihat tapi menjadi sekat yang begitu nyata.
Dinding ini berdiri kokoh, seteguh apapun kita berusaha mendaki kita tak akan menemui puncaknya
Hati kita terpisah oleh dinding ini.
Dinding ini satu tapi selalu mempunyai dua sisi
Sisi milikmu dan tentunya sisi milikku
Awalnya kita berusaha membagi sisi, kamu akan selalu membagi sisimu kepadaku
Begitu pula denganku akan selalu memperlihatkan sisiku kepadamu.
Entah berwarna apa dindingku, itu yang akan selalu aku perlihatkan padamu.
Tapi ada satu hal yang kita lupakan.
Dinding ini begitu kokoh, kuat dan teguh.
Dan tak ada satu pun dari kita dapat melihat celah ataupun puncak dimana semuanya akan berujung.
Dimana dipuncak tersebut kita masing masing begitu nyata. Tidak hanya saling memandang dari dinding kaca yang menjadi sekat ini.
Terbesit tanya... Sampai kapan ??
Terbentang sebuah dinding kaca yang tak terlihat tapi nyata.
Antara dindingmu dan dindingku. Tempat dimana biasanya kita bisa saling menatap. Tapi tidak dapat saling menyentuh.
Dan yang bisa kita lakukan hanyalah pasrah seraya berdoa, berharap suatu hari dinding ini memiliki pintu untuk mempertemukan kita secara nyata.
Terbentang sebuah dinding kaca yang nyata begitu tinggi tanpa puncak.
Dinding ini aku beri nama 'sudut pandang'
Tertanda,
Aku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar