Kamis, 11 Juli 2013

Sayap

" kematian itu adalah hal yang pasti. Dimana setiap kelahiran akan datang bersama kematian. Tapi, ketika berbicara tentang keimanan, tidak sebatas kita meyakini bahwa kematian itu akan datang menyapa kita, orang-orang yang kita sayangi atau orang orang sekitar kita. Keimanan itu tentang bagaimana sikap kita ketika hari itu datang. "

Sungguh..
Ini bukan tentang kesedihan yang melanda, meluluh lantakkan semua kekuatan ketika sebuah takdir yang tertulis merenggutmu secara tiba-tiba.
Ini juga bukan tentang betapa saya bagai kehilangan arah ketika melihat beliau terbaring kaku, dingin dan terkafani ditengah kerumunan orang yang menangis.
Ini juga bukan tentang betapa teriris irisnya hati saya ketika saya harus memandikan beliau dengan berlinangan air mata, berusaha berhenti tapi begitu sulit.

Bukan,
Ini semua bukan tentang itu.

Ini tentang..
Betapa beliau bagaikan bagian kata dalam setiap percakapan.
Betapa beliau bagaikan sayap yang membantu saya terbang cukup tinggi sampai 22 hari yang lalu.
Betapa beliau bagaikan setiap pegangan yang mengiringi setiap langkah dan selalu siap sedia saat saya kehilangan keseimbangan.
Betapa beliau amat lemah lembut, berkata dengan nada tinggi dengan tempo dan waktu yang tepat.
Betapa beliau menjadi tolak ukur untuk setiap laki-laki yang akan masuk kedalam kehidupan saya.

Yaa, ini tentang beliau..
Yang menjadi acuan saya untuk terus berlari karena beliau tidak pernah mengatakan 'tidak boleh'
Yang akan selalu tau ketika saya menangis dan bersedih, tidak berani menanyakan 'kenapa?' Ataupun datang menghibur tapi akan selalu meminta kakak-kakak saya untuk melakukannya untuk beliau. Karena beliau adalah orang yang kaku, tidak pandai berkata kata.
Yang saya mimpikan suatu hari akan sangat merasa tegang dan khawatir ketika harus menjabat tangan seorang laki-laki yang akan mengucap ijab qobul untuk meminta saya, putri terakhirnya.
Dan tentang beliau yang mungkin akan sangat tersenyum bangga ketika putri kecilnya menyandang gelar 'dokter' didepan namanya.

Tentang beliau yang ketiadaannya saya ikhlaskan, rindukan, doakan dan tangisi dalam waktu yang bersamaan.
Tentang beliau yang ketiadaannya membuat saya bagai terbang begitu landai karena terbang dengan satu sayap.
Tentang beliau dan semua kenangan yang beliau tinggalkan.
Tentang beliau yang kami cintai dengan begitu sangat.
Tentang Pap.

Tertanda,
Aku.
                           

0 komentar:

Posting Komentar