Ada dua hamba yang berjalan di jalan takdir
Meyakini bahwa takdir Tuhan tidak pernah meleset
Menyadari bahwa apa yang berjalan sekarang, mungkin sudah tertulis
Ada dua hamba yang meniti jalan panjang yang ujungnya hanya Tuhan mereka yang tahu
Tapi tetap percaya dan yakin bahwa akhirnya di ujung jalan ini mereka akan tetap bersama seraya menggenggam tangan satu dan yang lainnya
Didalam hati mereka masing masing berdoa untuk di kuatkan dijalan ini
Takdir Tuhan tidak pernah meleset bukan??
Iya itu yang selalu tertanam didalam hati dua hamba
Mereka berjalan tanpa ekspetasi, hanya berserah pada kehendak Tuhan kemana Dia akan mengarahkan langkah mereka.
Berjalan tanpa kekuatan yang kekal, hanya bermodal doa dan keyakinan bahwa usaha akan menjadi salah satu anak kunci dari belas kasihan Tuhan.
Tertanda,
Aku
Rabu, 27 Februari 2013
Senin, 25 Februari 2013
Dinding
Terbentang sebuah dinding.
Tak terlihat tapi menjadi sekat yang begitu nyata.
Dinding ini berdiri kokoh, seteguh apapun kita berusaha mendaki kita tak akan menemui puncaknya
Hati kita terpisah oleh dinding ini.
Dinding ini satu tapi selalu mempunyai dua sisi
Sisi milikmu dan tentunya sisi milikku
Awalnya kita berusaha membagi sisi, kamu akan selalu membagi sisimu kepadaku
Begitu pula denganku akan selalu memperlihatkan sisiku kepadamu.
Entah berwarna apa dindingku, itu yang akan selalu aku perlihatkan padamu.
Tapi ada satu hal yang kita lupakan.
Dinding ini begitu kokoh, kuat dan teguh.
Dan tak ada satu pun dari kita dapat melihat celah ataupun puncak dimana semuanya akan berujung.
Dimana dipuncak tersebut kita masing masing begitu nyata. Tidak hanya saling memandang dari dinding kaca yang menjadi sekat ini.
Terbesit tanya... Sampai kapan ??
Terbentang sebuah dinding kaca yang tak terlihat tapi nyata.
Antara dindingmu dan dindingku. Tempat dimana biasanya kita bisa saling menatap. Tapi tidak dapat saling menyentuh.
Dan yang bisa kita lakukan hanyalah pasrah seraya berdoa, berharap suatu hari dinding ini memiliki pintu untuk mempertemukan kita secara nyata.
Terbentang sebuah dinding kaca yang nyata begitu tinggi tanpa puncak.
Dinding ini aku beri nama 'sudut pandang'
Tertanda,
Aku.
Tak terlihat tapi menjadi sekat yang begitu nyata.
Dinding ini berdiri kokoh, seteguh apapun kita berusaha mendaki kita tak akan menemui puncaknya
Hati kita terpisah oleh dinding ini.
Dinding ini satu tapi selalu mempunyai dua sisi
Sisi milikmu dan tentunya sisi milikku
Awalnya kita berusaha membagi sisi, kamu akan selalu membagi sisimu kepadaku
Begitu pula denganku akan selalu memperlihatkan sisiku kepadamu.
Entah berwarna apa dindingku, itu yang akan selalu aku perlihatkan padamu.
Tapi ada satu hal yang kita lupakan.
Dinding ini begitu kokoh, kuat dan teguh.
Dan tak ada satu pun dari kita dapat melihat celah ataupun puncak dimana semuanya akan berujung.
Dimana dipuncak tersebut kita masing masing begitu nyata. Tidak hanya saling memandang dari dinding kaca yang menjadi sekat ini.
Terbesit tanya... Sampai kapan ??
Terbentang sebuah dinding kaca yang tak terlihat tapi nyata.
Antara dindingmu dan dindingku. Tempat dimana biasanya kita bisa saling menatap. Tapi tidak dapat saling menyentuh.
Dan yang bisa kita lakukan hanyalah pasrah seraya berdoa, berharap suatu hari dinding ini memiliki pintu untuk mempertemukan kita secara nyata.
Terbentang sebuah dinding kaca yang nyata begitu tinggi tanpa puncak.
Dinding ini aku beri nama 'sudut pandang'
Tertanda,
Aku.
Senin, 04 Februari 2013
Sebuah janji untuk beliau yang tercinta
Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 wib.
Saat itu wanita yang aku panggil bunda, yang melahirkan aku dengan penuh perjuangan dari rahimnya. Menahan rasa sakit atas pemberontakan bayi seberat 4 kilo yang berusaha segera keluar dari rahim untuk melihat dunia dan melihat bundanya, baru saja pulang setelah bergelut dengan rutinitasnya sebagai 'wanita karier'
Aku mengerti, mengerti sekali.
Bahkan aku tidak pernah protes untuk meminta waktu beliau untukku. Aku tak ingin beliau sedih. Sebisa mungkin aku lalui sendiri masalah masalah remajaku tanpa beliau tau.
Malam ini, beliau pulang dengan wajah lelah. Tampak lebih lelah dari 19 tahun belakangan.
' mungkin faktor usia. ' batinku.
Aku duduk dibelakangnya, berusaha membantu beliau melepas lelahnya sebisaku.
Dengan tangan tanganku yang sebenarnya dibilang tidak cukup terampil dalam hal pijat memijat.
Setelah beberapa lama, beliau memutuskan untuk berbaring. Aku ikut berbaring didekat beliau.
' nda, adek mau minta peluk.' bisikku. Ini kebiasaan langka ku, saat semua terasa sulit, hanya dengan pelukan hangat beliau semua terasa mudah.
' udah gede kok hobinya ga ilang-ilang.' jawab beliau menggodaku dan memelukku erat.
Hangat. Yaa tak ada pelukan sehangat ini. Senyaman ini.
' bunda.. Maaf kalo adek belum bisa ngasih apa apa. Adek mohon doa. Tinggal 2 semester lagi untuk jadi seorang sarjana kedokteran, insyaalloh.' aku menghela nafas, menahan tangis.
' terus coas dan ukdi. Perjalanan adek masih panjang yah nda.' lanjutku menjelaskan.
Beliau hanya diam menyimak dengan saksama.
' jadi, bunda papa harus sehat. Supaya bisa liat adek jadi dokter.' lanjutku karena tak ada jawaban apapun dari mulut beliau.
Tangan beliau mengelus punggungku pelan.
' bunda selalu mendoakan, nak. Semoga Alloh memberikan kemudahan disetiap langkah.bunda percaya kamu bisa.' ujar beliau.
Aku membenamkan wajahku dipelukan beliau. Sesuatu yang hanya 6 bulan sekali aku dapatkan semenjak didunia perkuliahan.
Dalam hatiku berdoa. Semoga Alloh berkenan membantuku untuk memenuhi janji untuk beliau yang tercinta. Aamiin
Mungkin awalnya ini bukan bagian dari cita-citaku. Jalan ini, profesi ini sempat terlintas sebentar, namun tak ada keinginan untuk mewujudkannya.
Tapi, beliau lah alasan dari semua alasan. Keinginan beliaulah motivasi dari semua motivasi. Cinta beliaulah kekuatan dari semua kekuatan.
Tertanda,
Aku
Saat itu wanita yang aku panggil bunda, yang melahirkan aku dengan penuh perjuangan dari rahimnya. Menahan rasa sakit atas pemberontakan bayi seberat 4 kilo yang berusaha segera keluar dari rahim untuk melihat dunia dan melihat bundanya, baru saja pulang setelah bergelut dengan rutinitasnya sebagai 'wanita karier'
Aku mengerti, mengerti sekali.
Bahkan aku tidak pernah protes untuk meminta waktu beliau untukku. Aku tak ingin beliau sedih. Sebisa mungkin aku lalui sendiri masalah masalah remajaku tanpa beliau tau.
Malam ini, beliau pulang dengan wajah lelah. Tampak lebih lelah dari 19 tahun belakangan.
' mungkin faktor usia. ' batinku.
Aku duduk dibelakangnya, berusaha membantu beliau melepas lelahnya sebisaku.
Dengan tangan tanganku yang sebenarnya dibilang tidak cukup terampil dalam hal pijat memijat.
Setelah beberapa lama, beliau memutuskan untuk berbaring. Aku ikut berbaring didekat beliau.
' nda, adek mau minta peluk.' bisikku. Ini kebiasaan langka ku, saat semua terasa sulit, hanya dengan pelukan hangat beliau semua terasa mudah.
' udah gede kok hobinya ga ilang-ilang.' jawab beliau menggodaku dan memelukku erat.
Hangat. Yaa tak ada pelukan sehangat ini. Senyaman ini.
' bunda.. Maaf kalo adek belum bisa ngasih apa apa. Adek mohon doa. Tinggal 2 semester lagi untuk jadi seorang sarjana kedokteran, insyaalloh.' aku menghela nafas, menahan tangis.
' terus coas dan ukdi. Perjalanan adek masih panjang yah nda.' lanjutku menjelaskan.
Beliau hanya diam menyimak dengan saksama.
' jadi, bunda papa harus sehat. Supaya bisa liat adek jadi dokter.' lanjutku karena tak ada jawaban apapun dari mulut beliau.
Tangan beliau mengelus punggungku pelan.
' bunda selalu mendoakan, nak. Semoga Alloh memberikan kemudahan disetiap langkah.bunda percaya kamu bisa.' ujar beliau.
Aku membenamkan wajahku dipelukan beliau. Sesuatu yang hanya 6 bulan sekali aku dapatkan semenjak didunia perkuliahan.
Dalam hatiku berdoa. Semoga Alloh berkenan membantuku untuk memenuhi janji untuk beliau yang tercinta. Aamiin
Mungkin awalnya ini bukan bagian dari cita-citaku. Jalan ini, profesi ini sempat terlintas sebentar, namun tak ada keinginan untuk mewujudkannya.
Tapi, beliau lah alasan dari semua alasan. Keinginan beliaulah motivasi dari semua motivasi. Cinta beliaulah kekuatan dari semua kekuatan.
Tertanda,
Aku
Jumat, 11 Januari 2013
sederhana
gadis ini pernah merasakan sakit yang teramat sangat.
memilih duduk terdiam sambil menghela nafas panjang, menghirup udara kebebasan
seraya mengamati kepingan hati yang berada digenggaman tangannya
tersenyum..
sesuatu yang sudah lama sekali tidak dia lakukan.
gadis ini menghela nafas panjang, menatap langit yang tak mendung tidak pula cerah.
memayungi dengan penuh kasih.
dan saat itu.
kamu datang berkendaraan kebetulan yang sederhana
tersenyum, membawa pelangi di genggaman tanganmu
gadis ini mencoba mengacuhkan kamu.
tapi yang kamu bawa terlalu indah.
terlalu ajaib, perlahan, meresap menyusup masuk perlahan mengisi kepingan hati yang sudah berhenti berdetak.
kamu ikut duduk menatap langit yang tidak mendung tidak pula cerah hari itu.
membuka genggaman tanganmu yang membawa pelangi.
gadis itu tertegun, terdiam.
bernafas pelan seirama dengan detakan kepingan hati yang berada digenggamannya yang mulai berdetak kembali setelah menempuh masa istirahat panjangnya karena sakit.
ya, seirama. membentuk melodi sederhana. indah, menenangkan.
detakan ini pelaaan sekali, bagai sebuah kotak musik yang menemukan melodinya.
bagai langit yang menemukan cara melukis pelanginya.
bagai musim semi yang menemukan masanya setelah musim dingin.
gadis ini masih tertegun. menatap mata coklatmu dalam.
kamu pun menatap dalam kedalam pandangan nanar gadis ini. tersenyum.
perlahan memberikan kekuatan, menghilangkan segala rasa takut, hitam, kelam, terasa manis sekali.
gadis itu membalas senyummu. menikmati setiap detakan pelan yang ada.
apakah kamu merasakan detakannya wahai kamu? :)
tertanda,
Aku
memilih duduk terdiam sambil menghela nafas panjang, menghirup udara kebebasan
seraya mengamati kepingan hati yang berada digenggaman tangannya
tersenyum..
sesuatu yang sudah lama sekali tidak dia lakukan.
gadis ini menghela nafas panjang, menatap langit yang tak mendung tidak pula cerah.
memayungi dengan penuh kasih.
dan saat itu.
kamu datang berkendaraan kebetulan yang sederhana
tersenyum, membawa pelangi di genggaman tanganmu
gadis ini mencoba mengacuhkan kamu.
tapi yang kamu bawa terlalu indah.
terlalu ajaib, perlahan, meresap menyusup masuk perlahan mengisi kepingan hati yang sudah berhenti berdetak.
kamu ikut duduk menatap langit yang tidak mendung tidak pula cerah hari itu.
membuka genggaman tanganmu yang membawa pelangi.
gadis itu tertegun, terdiam.
bernafas pelan seirama dengan detakan kepingan hati yang berada digenggamannya yang mulai berdetak kembali setelah menempuh masa istirahat panjangnya karena sakit.
ya, seirama. membentuk melodi sederhana. indah, menenangkan.
detakan ini pelaaan sekali, bagai sebuah kotak musik yang menemukan melodinya.
bagai langit yang menemukan cara melukis pelanginya.
bagai musim semi yang menemukan masanya setelah musim dingin.
gadis ini masih tertegun. menatap mata coklatmu dalam.
kamu pun menatap dalam kedalam pandangan nanar gadis ini. tersenyum.
perlahan memberikan kekuatan, menghilangkan segala rasa takut, hitam, kelam, terasa manis sekali.
gadis itu membalas senyummu. menikmati setiap detakan pelan yang ada.
apakah kamu merasakan detakannya wahai kamu? :)
tertanda,
Aku
Selasa, 08 Januari 2013
The Scientist
Come up to meet ya, tell you I'm sorry
You don't know how lovely you are
I had to find you, tell you I need you
And tell you I set you apart
Tell me your secrets, and ask me your questions
Oh lets go back to the start
Running in circles, coming up tails
Heads on a science apart
Nobody said it was easy
It's such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be this hard
Oh take me back to the start
I was just guessing at numbers and figures
Pulling the puzzles apart
Questions of science, science and progress
Do not speak as loud as my heart
And tell me you love me, come back and haunt me
Oh and I rush to the start
Running in circles, chasing our tails
Coming back as we are
Nobody said it was easy
Oh it's such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be so hard
I'm going back to the start
Oh ooh, ooh ooh ooh ooh
Senin, 07 Januari 2013
amanah
satu kata tapi berisi ribuan harapan yang orang lain berikan ke kamu.
sesuatu yang amat sangat berharga yang dipercayakan ke kamu untuk kamu jaga seperti kamu menjaga diri kamu sendiri.
hari ini ntah amanah yang ke berapa yang sudah tidak mampu saya jalani dengan baik.
malah ini terburuk diantara track record yang ada :(
sediih..
bukan malu karena jumlah nominalnya, tapi malu karena sudah mengecewakan orang lain.
malu karena sudah mendustai kemampuan diri sendiri.
malu karena ternyata terlalu lemah dan menyerah begitu saja dengan rasa malas dan buaian rumah didepan mata.
nominalnya emang kecil banget.
tapi bukan karena itu ngerasa sedih.
tapi karena ternyata hati saya terlalu lemah pendiriannya :(
Rabu, 02 Januari 2013
say hello to 2013
2012....
tahun ini berlalu begitu saja
senang, tangis, jatuh, bangkit, terus jatuh lagi nangis lagi karena orang yang sama.
" lo ga cape mut nangis karena orang yang sama terus?" - Rizka, 20 thn. sahabat gue-
" dia kenapa lagi sampe lo nangis segininya? dia bilang apa?" - Sudding, 20 thn. sahabat gue -
" hati itu ibaratnya mobil. dia butuh berhenti sesaat buat isi bensin sebelum jalan lagi." -kamu, 20 thn.-
yaa.. ini semua tentang hati.
tentang sistem limbik yang mengatur perasaan kamu. dan.. kenangan itu adalah musuh utama sistem limbik gue untuk 9 bulan di tahun 2012.
turun berat badan sampe 5 kilo, pipi yang tadinya mengembang sempurna kaya roti dengan kualitas baik mengecil, tirus sempurna.
insomnia, muka pucet, mata panda, lusuh.
yaa itu gue selama 9 bulan di tahun 2012 ini.
isi doa gue pun setiap gue menghadap Tuhan ikut terpengaruh.
dari meminta kepada Alloh untuk dihilangkan semua perasaan yang udah terlanjur dalam, sampe minta dia cuma buat gue jangan buat orang lain.
dan pada akhirnya, gue tau doa apa yang bener yang harusnya gue minta ke Alloh di penghujung tahun 2012.
gue meminta kepada Tuhan untuk memberikan yang terbaik untuk dia dan wanita yang ga pernah hilang dari hatinya bahkan saat pacaran sama gue :)
dan yang paling penting gue meminta Alloh melunakkan hati gue untuk memaafkan. ya satu kata "forgive".
tapi terlepas dari semua kisah 2012 gue yang sedih, suram atau apapun itu.
terselip syukur yang ga berhenti mengalir dari bibir dan hati gue.
Alloh ga pernah tidur. Dia memberikan orang-orang hebat di hidup gue yang membantu gue untuk bangkit.
orang-orang yang baik yang mau tetep dideket gue yang murung , senyum, merasa lagi, terus balik murung lagi.
And Now...
say " welcome " to 2013.
tahun baru, resolusi baru, pikiran baru, iman yang lebih baik, hati yang baru dan yang terpenting gue yang baru :) insyaAlloh.
tapi satu yang pasti. berat badan gue ga pernah balik ke angka semula.
artinya, sesuatu yang lewat, ga akan pernah terulang kan? tugas kita sebagai manusia hanya menjalani dan mengambil pelajaran yang akan berguna kedepannya. :)
tertanda,
aku :)
tahun ini berlalu begitu saja
senang, tangis, jatuh, bangkit, terus jatuh lagi nangis lagi karena orang yang sama.
" lo ga cape mut nangis karena orang yang sama terus?" - Rizka, 20 thn. sahabat gue-
" dia kenapa lagi sampe lo nangis segininya? dia bilang apa?" - Sudding, 20 thn. sahabat gue -
" hati itu ibaratnya mobil. dia butuh berhenti sesaat buat isi bensin sebelum jalan lagi." -kamu, 20 thn.-
yaa.. ini semua tentang hati.
tentang sistem limbik yang mengatur perasaan kamu. dan.. kenangan itu adalah musuh utama sistem limbik gue untuk 9 bulan di tahun 2012.
turun berat badan sampe 5 kilo, pipi yang tadinya mengembang sempurna kaya roti dengan kualitas baik mengecil, tirus sempurna.
insomnia, muka pucet, mata panda, lusuh.
yaa itu gue selama 9 bulan di tahun 2012 ini.
isi doa gue pun setiap gue menghadap Tuhan ikut terpengaruh.
dari meminta kepada Alloh untuk dihilangkan semua perasaan yang udah terlanjur dalam, sampe minta dia cuma buat gue jangan buat orang lain.
dan pada akhirnya, gue tau doa apa yang bener yang harusnya gue minta ke Alloh di penghujung tahun 2012.
gue meminta kepada Tuhan untuk memberikan yang terbaik untuk dia dan wanita yang ga pernah hilang dari hatinya bahkan saat pacaran sama gue :)
dan yang paling penting gue meminta Alloh melunakkan hati gue untuk memaafkan. ya satu kata "forgive".
tapi terlepas dari semua kisah 2012 gue yang sedih, suram atau apapun itu.
terselip syukur yang ga berhenti mengalir dari bibir dan hati gue.
Alloh ga pernah tidur. Dia memberikan orang-orang hebat di hidup gue yang membantu gue untuk bangkit.
orang-orang yang baik yang mau tetep dideket gue yang murung , senyum, merasa lagi, terus balik murung lagi.
And Now...
say " welcome " to 2013.
tahun baru, resolusi baru, pikiran baru, iman yang lebih baik, hati yang baru dan yang terpenting gue yang baru :) insyaAlloh.
tapi satu yang pasti. berat badan gue ga pernah balik ke angka semula.
artinya, sesuatu yang lewat, ga akan pernah terulang kan? tugas kita sebagai manusia hanya menjalani dan mengambil pelajaran yang akan berguna kedepannya. :)
tertanda,
aku :)
Langganan:
Postingan (Atom)

