Jumat, 12 April 2013

Sebuah nama

...
...
...
...

....................., muti K N, ................... , ...................

Saya sempat terdiam beberapa menit. Mencoba mencerna kata kata lawan bicara saya sore ini.
Tersenyum tipis.
' emang iya? Bohong.' Hanya kata itu yang bisa dihasilkan dari beberapa menit saya terdiam.
Yang mampu pita suara saya keluarkan.

Lawan bicara saya menyerahkan sesuatu. Seraya tersenyum. Seolah olah berkata ' ini buktinya '

Ada satu nama disederetan nama lainnya.
Tidak asing, nama ini familiar sekali.
Otak saya agak lama mencerna tampaknya sore ini.

Selanjutnya saya menyadari.
Itu.... Iya.... Itu nama saya :)
Saya terpaku. Ada desiran di dalam dada saya. Saya tersenyum lagi. Syukur melantun pelan dari hati saya.

' mau di simpen ? Di foto mungkin ? ' lawan bicara saya menawarkan dengan senyum jahil.
Saya hanya menggeleng seraya tersenyum. Menyerahkan kembali benda yang saya pegang untuk kembali dia simpan di dalam tasnya.

Satu yang pasti yang terjadi sepanjang sore ini.
Desiran nyata sebagai tanda syukur.
Saya sempat menggenggam sesuatu yang berharga. Benda itu nyata di kulit saya. Akhirnya :')

Terima kasih untuk kamu :)

Tertanda,
Aku.

0 komentar:

Posting Komentar